Jumat, 27 Desember 2013

I Love You

"KRIING!!" jam wekerku berbunyi keras.
"Hooahm!!" aku menguap sekeras-kerasnya.
"Sha, ayo sarapan dulu!" ucap Mama.
"Ya, Ma!" jawabku loyo. Aku langsung menuruni tangga.
"Kamu besok datang?" tanya Mama.
"Datang, dong!" jawabku. Benar, besok adalah ulang tahun Tamara.
"Nanti siang, beli kado, ya!" kata Mama.
"OK!" balasku.
 Aku pun langsung menghabiskan makananku.
"Ma, aku nyalakan komputer, yaa!" ucapku.
"Ya!" balas Mama.
"Cklik!" aku pun menyalakan komputer.
Aku mengetik bobo.kidnesia.com.
"Wah, ada cerita baru! Kayaknya bagus, nih!" pikirku. Aku pun membacanya.
5 jam kemudian.. 
"Shassa! Jadi beli kado, nggak?!" tanya Mama.
"Jadi, Ma!" jawabku.
"Cepat mandi!" balas Mama.
"Oke!" kataku.
Aku langsung mengambil handukku dan bergegas ke kamar mandi.
10 menit kemudian... 
"Huuhhh..... Segarnya!" ucapku.
"Sudah? Ganti baju, sana!" ucap Mama.
"Oke, Ma!!" jawabku.
Aku pun berganti baju celana jeans panjang, dan jaket Minnie Mouse bermodel baju.
"Cantik." batinku.
"Ayo, Shassa!!" teriak Mama.
"Iya, Ma!!" balasku.
15 Menit kemudian...
"Sampai!" kataku.
"Mau beli apa, Sha?" tanya Mama.
"Umh... Apa, ya? Secret!" jawabku.
"Huuh!" marah Mama. Aku langsung menunjuk suatu barang.
"Itu, lho!" ucapku.
"Oh!" balas Mama.
"Mbak, beli ini!" ucapku pada mbak kasir.
"Iya, dik, harganya 125.000." jawab mbak kasir.
"Oke, mbak." jawabku seraya memberi uang 150.000.
"Sama ini, mbak!" ucap Mama mengasihkan 2 majalah, Feminin dan Bobo edisi 31.
"Buat apa, Ma?" tanyaku.
"Kasihin aja, sama Tamara!" ucap Mama.
"Okedeh!" kataku.
Sesampainya dirumah, aku langsung membungkus kado itu.

Dipercepat

Esoknya...

"Tamara, ini kadonya..." ucapku. 
"Wah!" ucap Tamara. Ia lansung membukanya dengan hati-hati. 
"Shassa!!!! Bagus banget! Majalah dan Diary Despicable Me 2!" kata Tamara senang.
"Hehehe.." balasku.
"Kamu memang sahabatku yang terbaik! I Love You!" Tamara memelukku dengan senang.

Kamis, 19 Desember 2013

Ulang Tahun Kiffa

"Tamara, Tamara!" panggil Kiffa.
"Eh! Ada apa, Kiff?" balas Tamara.
"Kamu boleh nggak nih, kerumahku?" tanya Kiffa.
"Mungkin. Aku tanya dulu, ya!" jawab Tamara.
"Mom, aku boleh, nggak ke rumah Kiffa?" tanya Tamara lagi.
"Oke, tapi nggak boleh dibawah jam 4!" jawab Mom.
Tamara pun memanggil Kiffa. "Kiff, kata Momku boleh, kok!" seru Tamara, lalu segera mengeluarkan sepedanya.
"Assalamualaikum Mom!!" teriak Tamara.
"Ya, waalaikumsalam!" balas Mom.
"Eh Kiff, emang ada apa di rumahmu?" Tamara menatap Kiffa heran. 
"Oh, kita mau membuat undangan. Hanya kamu yang tahu diantara teman-teman. Toleng jangan bilangkan siapa-siapa, ya!" balas Kiffa pelan, tapi terdengar olehku.
"Ya, Kiff!" sahutku, dan mulai mengayuh sepeda.
15 menit kemudian, sampailah kami dirumah Kiffa.
"Bu, ini ada Tamara!!" ucap Kiffa.
"Tamara? Oh, ayo masuk, Tam! Kiffa, ambilkan brownies dan sirup melon, ya!" kata Ibu Kiffa.
2 Menit kemudian, Kiffa sudah membawakan suguhan yang disuruh Ibu Kiffa, Brownies dan sirup.
"Tamara, ini makan yang banyak, ya!" kata Kiffa.
"Oh, makasih Kiffa!!" jawab Tamara.
"Ini lho, kita mau buat undangan ulang tahun. Oh iya, aku panggil kamu Timtam boleh, ya??" Kiffa mengajaknya bercanda.
"Boleh banget! Aku bisa ngakak, nih Kiff!" ucap Tamara.
"Halo, Timtam coklat!" seru Kiffa.
"Hahaha!!" Tamara tertawa.
"Ini, kertas kartonnya, kamu buat ya, lipat dulu sampai rapi, terus baru ditulis. Jangan sampai salah!!" ucap Kiffa.
"Iya, Kiff. Oh iya, ulang tahunmu kapan ya??" tanya Tamara bingung.
"Besok, Tam!!" jawab Kiffa.
"Okay! Ada hadiah untukmu. Secret!" Tamara bercanda.
---
S
K
I
P
---

"Hai, Tamara!" sapa Sarah, teman Tamara.
"Oh, hai juga Sarah!" Tamara membalas sapaan itu. Untungnya, soal ulang tahun Kiffa sudah beres. Tamara membawa tepung!
"Sarah, hari ini Kiffa ulang tahun, lho!" bisik Tamara kepada Sarah.
"Oh ya? Wah, aku bawa sekantung bedak, nih! Ceprotin yuuk!!" bisik Sarah lagi.
"Yuk!" kataku.
"KRING!" Bel sekolah berbunyi.
"Selamat pagi!!" ucap Bu Vio, guru matematika kami.
35 menit kemudian

"Buku ditutup, watunya Break Time!" ucap Bu Vio. Semuanya bersorak gembira.
"Kiffa... Kiffa.. Kamu akan tahu akibatnya!" seru seorang anak menakuti. Kifa perlahan-lahan menoleh, 
BYAAAAAAAAR!!!!!!! Rambut Kiffa putih! Wah, bagaimana menghilangkannya? Hahaha!



^-^ TAMAT ^-^

Salamku

Haloo!! Ini ceritaku yang khusus kayak serial, tapi tamat. Ini kupersembahkan 3 BFFku, Kiffa, Tamara, dan Sarah. Mereka bela-belain ngobrol sampai jam 10 seprempat kemarin malam! 

Senin, 16 Desember 2013

Naskah KKPK Ally's Boutique

Halo semuanya! Aku mau nulis naskah KKPK , namanya Ally's Boutique.

-Idola Fika
-I Love You My Brother
-Ally's Boutique
-Asrama Merah Putih
-Majalah Sekolah
-A Butterfly
-Gitar Dea

Aku mau nulis yang.. mana yaaa.....  Yang Gitar Dea!!

Oke, next next next!!


"Hai, namaku Sadeya Rachmanita, biasa dipanggil Dea. Aku lahir pada tanggal 10 Januari 2002. Sekarang umurku 10 tahun. Aku sangat menyukai gitar. Tanpa gitar, aku tidak akan makan dan minum." ucap Dea di depan para juri Music is My Life.
Dea mengangkat gitarnya. Kemudian memetik senar perlahan. 
Dia sangat menghayati permainan gitarnya, berharap para juri terkesima melihat penampilannya. 
Lagu yang ia mainkan adalah Laskar Pelangi yang dipopulerkan oleh Nidji.
 Dea dan teman-temannya di bawah kolong jembatan sangat suka dengan lagu Laskar Pelangi.




Bersambung!!
Maaf ya!! Ini sudah malam, apalagi bukunya pinjam.. Maaf yaa!!!!

Selasa, 10 Desember 2013

Nilai Ulangan Fabbi

"Fabbi! Bangun, sudah jam 08.00! Kamu terlambat!!" marah kak Feby. Fabbi langsung bangun. 
"APA!!!!!!?????????" teriak Fabbi kencang.
"Cepat mandi!" seru kak Feby.
"Tapi kan terlambat!" sahutnya murung.
"Aduh! Ada apa, Feby, Fabbi?" tanya Mama.
"Ini lho, Ma. Kata kak Feby ini jam 08.00!! Fabbi teriak kencang, deh!!" marah Fabbi.
"Jam berapa? 08.00 ? Ini itu jam 06.00, Fabbiii....." seru Mama.
"KAK FEBBYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" lagi-lagi Fabbi berteriak sangat kencang. Kak Feby hanya tersenyum tipis.
"Hehe... Abis, dia gak mau bangun. Sudah cepet mandi!" ucapnya.
"Iya!" kataku.

Sesampainya disekolah.....

"Anak-anak , kita mengadakan ulangan mendadak. Kita ulangan Matematika." seru bu Ika.
" Haa.....??" anak anak berteriak kaget.
"SST!!!!! Fabbi, tolong dibagi!" ucap bu Ika.
"Oke , bu!" Fabbi memberi senyum terpaksa.

DEG! 60+400-66+14 susun panjang! Fabbi tidak bisa! Huu! 
Wah, soalnya sulit semua!!

"Fabbi! Bagikan ulangannya! Jangan tercengang!" marah bu Ika.
"I.. Iya, Bu!!" ucap Fabbi gugup.

"Waduh, soalnya sulit sekali. Berpikir, Fabbiiii!!!!!!" Fabbi berkata dalam hati.

Setengah jam berlalu. Wah, Fabbi sudah nomor 43, tapi usahanya sia-sia. Dikumpulkan, selesai tidak selesai.
Dengan cepatnya, hari berlalu. Kini ulangannya sudah dibagikan.

"Rebecca 100 Mischa 100 Katrina 100 Maira 100 Viviana 99 Mevy 99 Alila 97 Sasya 95 Oka 91 Nandya 89 Juan 87 Dinda 80 Sanny 76 dan Nilai terendah adalah.... Fabbi dan Angeliana dengan nilai 6 dan 50!" bu Ika memperjelas.

HAAAA? Fabbi kaget.
Ya, Fabbi mengerti. Ia sudah harus belajar setiap hari karena Ulangan MENDADAK sering terjadi.

TAMAT.

Jumat, 06 Desember 2013

Dompet Siapa Itu?? - 2

"Siap, tuan!" jawabku tegas. Kak Vivi hanya tersenyum.
"Byuur!!! Byur!" kamar mandi yang tadinya sepi menjadi riuh.
"Elly.... Sudah belum??" tanyanya.
"Iya, sudah..." jawabku segera mengambil handuk dan membuka pintu.
Terlihat Kak Vivi sudah berpakaian legging bawah lutut dan baju hitam plus handuk biru kecil putih tergantung di lehernya.
"Tunggu dong!!" kataku.
"Udah.. Cepetan sana, kakak mau ke taman dulu!" jawab Kak Vivi.
"Siip!!" senyumku.

Cring!! Sudah selesai. Baju warna merah, legging hitam, dan handuk kecil warna oranye.
"Kak Vivi...." teriakku.
"Iya, ayo..." ia menghentikan langkahnya.
Zuuuut! Lariku sangat cepat. Kak Vivi berlalu meninggalkanku. Aku tertinggal.
"Aku kok ditinggalin sih? Ih dasar nyebelin!!" marahku. Ternyata kakiku menginjak sebuah barang. I.. itu u dompet!! Betapa kagetnya aku. Kuambil pelan-pelan dompet itu. Bukan jebakan. Kucoba melihat dompetnya. Nama orangnya... Pak Handoko Sulistyo! Alamatnya... Raya Tunggul Ametung II. A/90. Ahh... Aku sering melewatinya... Rumah besar modern.. Pembantunya sanggaaaat banyak.
"Kak Vivii!!!!!!!!!!!!!!!!!" teriakanku yang membuat orang budeg, tidak terpengaruh untuknya. Zuuut! Aku menghadangnya. "Apa, sih??!!" tanyanya sinis. Aku menunjukkan dompet itu. "Ha? Dompet? Alamatnya???" tanyanya.
"Iya, dompet!! Alamatnya Raya Tunggul Ametung II. A/90 di kartu identitasnya!!" jawabku.
"Kakak tahu banget jalannya. Kamu tahu kan? A 90 itu lho....? Di Tunggul Ametung II..." ucapnya. "Tahuuuuuuuuuuuu!!!!!!!!!!" teriakku. *sudah tahu, kan... yang buat telinga BUDEG!!*
"Ayoo!! Nanti orangnya keburu kerja." ajaknya. Kami langsung lari. ZUUUUTTTTT!!!!!!! Kamipun sampai.
"Tingtong!" 
"Ya, apa, dik??"
"ini ada dompet milik tuannya."
"Oh, makasih dik. Ini inmbalannya. 
"Makasih!" 

Waah...... Kami dikasih 1.000.000!!!!! Kami membaginya 500 ribu per orang. Dua orang, jadi 500 ribu, deh!!


^o^ TAMAT ^o^

Kamis, 21 November 2013

Dompet Siapa, Ini??

Perkenalkan, namaku Reva Aurellya. Panggil saja aku Reva. Aku mempunyai seorang sahabat. Ia bernama Nandya Celine. Ia ramah, baik, pintar, dan mudah bergaul.

Oke, lanjut ke cerita!

"Ell, ayo bangun, Ell!" teriak kakakku, Kak Vivi. Lengkapnya Vivi Aurellya.
"Kak, kenapa sih, ini kan hari minggu!" marahku.
"Ih, kamu lupa ya?" kak Vivi mengingatkan.
"Apaan sih??" tanyaku kebingungan.
"Ya ampun!!!!! Kita jogging, ELLY!!!"kata kak Vivi emosi.
"Eh, maaf ya kak! Elly lupa nih!!" kataku. Memang aku dipanggil Elly dirumah.
"Cepetan mandi!" kata kak Vivi.


#Bersambung# 

Rabu, 20 November 2013

Hallo Semuanya!

Hai semuanya! Aku Malva, pemilik blog ini!! Blog ini berisi tentang keseharianku, biodata, fakta, dan lain-lain. Semoga bermanfaat bagi kalian ya!

Salam hangat,

Malva